MALILI, Matalutim.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan bahwa kualitas air di kawasan Danau Towuti masih aman dan layak digunakan pasca insiden kebocoran pipa minyak jenis Marine Fuel Oil (MFO) beberapa waktu lalu.
Kepastian ini disampaikan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, Selasa (16/09/2025), berdasarkan hasil uji laboratorium independen yang dilakukan Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur yang bekerja sama dengan PT Global Environment Laboratory.
Pengambilan sampel dilakukan secara terbuka dengan disaksikan langsung masyarakat, dicatat koordinat dan waktunya, disegel sesuai standar, lalu diuji di laboratorium resmi. Hasilnya, seluruh parameter utama termasuk sulfur, minyak & lemak, serta hidrokarbon berada di bawah ambang batas baku mutu nasional.
Ketua DRRC UI, Prof. Fatma Lestari, menegaskan hasil uji tersebut sahih dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Temuan ini menunjukkan air aman, tetapi bukan alasan untuk lengah. Pemantauan berkala, transparansi data, dan pelibatan masyarakat tetap menjadi kunci,” jelasnya.
Sementara itu, hasil uji kualitas air oleh DLH Lutim bersama PT Global Environment Laboratory juga menyatakan bahwa kualitas air Danau Towuti memenuhi baku mutu kelas 2 sesuai PP Nomor 22 Tahun 2021. Artinya, air tersebut masih layak dimanfaatkan untuk rekreasi, budidaya ikan air tawar, peternakan, pengairan pertamanan, serta kebutuhan lain yang serupa.
Selain air, uji kualitas udara di Dusun Molindoe, Desa Lioka, juga dilakukan. Hasilnya menunjukkan seluruh parameter SO2, O3, dan NO2 masih berada dalam batas aman sesuai standar nasional.
Di sisi lain, pemerintah bersama PT Vale terus menindaklanjuti aduan masyarakat terdampak. Hingga hari ke-22, tercatat 206 aduan resmi yang telah ditangani, mulai dari layanan kesehatan, bantuan penghidupan, hingga perbaikan infrastruktur desa.
Dengan berakhirnya masa tanggap darurat pada 12 September lalu, Pemkab Lutim kini memasuki tahap transisi pemulihan dengan fokus pada bantuan berkelanjutan, pemantauan kualitas lingkungan secara rutin, serta penguatan fasilitas desa agar lebih tangguh menghadapi risiko di masa depan.
Bupati Irwan menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk transparansi pemerintah kepada masyarakat.
“Insya Allah, dengan hasil uji dari DRRC UI dan Pemkab Lutim ini, masyarakat Towuti dapat tenang karena air dinyatakan layak digunakan. Namun pemantauan tetap akan dilakukan secara rutin,” tegasnya.






