Luwu Timur – Isu mengenai sepatu latihan Paskibra Luwu Timur bermerek Hoka yang rusak dan viral di media sosial menuai sorotan publik. Dalam unggahan yang tersebar, sepatu berwarna abu-abu dengan logo Hoka tampak rusak padahal disebut baru sekali dipakai saat latihan menjelang HUT ke-80 RI.
Tidak Ada Laporan Resmi
Menanggapi hal ini, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Luwu Timur, Guntur Hafid, mengaku heran dengan kondisi sepatu yang photonya tersebar bahkan viral di media sosial belakangan ini.
Menurut Guntur, pihaknya tidak pernah menerima laporan kerusakan dari anggota Paskibra Luwu Timur terkait sepatu menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI).
“Itu gambar saya juga pribadi heran. Karena selama latihan tidak pernah ada keluhan kerusakan,” ucap Guntur, Kamis (21/8/2025), dikutip dari Tribun-Timur. “Bahkan sampai latihan terakhir di hari Sabtu yang dihadiri Pak Bupati, tidak ada keluhan,” sambung dia.
Bahkan Salah satu pelatih menyebut seluruh anggota Paskibra menggunakan perlengkapan latihan tanpa kendala.
Anggaran Sudah Ditentukan
Terkait pengadaan, sepatu latihan Paskibra dianggarkan sekitar Rp300 ribu per pasang, dengan realisasi Rp270.500 setelah potongan pajak. Anggaran tersebut merupakan alokasi yang sudah ditetapkan pada periode sebelumnya, sehingga pihak pelaksana hanya melanjutkan mekanisme yang ada.
Guntur menambahkan, kabar tentang sepatu Paskibra Luwu Timur jebol ini sudah sampai ke telinga Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.
“Pak Bupati sudah merespon. Tahun depan akan ada evaluasi dan peningkatan kualitas. Bisa jadi anggaran juga ditambah menyesuaikan kebutuhan,” tutur Guntur.
Fakta Harga dan Dugaan
Namun, fakta harga menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, sepatu Hoka original di pasaran dijual dengan harga jutaan rupiah. Dengan selisih harga yang sangat jauh, besar kemungkinan sepatu yang digunakan Paskibra Luwu Timur bukanlah produk resmi Hoka.
Hal ini penting ditegaskan agar masyarakat tidak salah kaprah menyalahkan merek resmi Hoka yang sejatinya tidak ada kaitan dengan pengadaan tersebut.
Isu sepatu rusak ini pada akhirnya hanya berangkat dari unggahan media sosial tanpa adanya laporan resmi. Kendati demikian, publik berharap ke depan proses pengadaan perlengkapan untuk Paskibra lebih transparan, dengan kualitas produk yang lebih terjamin.






