Makassar, Matalutim.com – Pelayanan Beasiswa Tahap I Pemda Luwu Timur tahun ini menjadi pengalaman baru bagi ribuan mahasiswa asal Luwu Timur yang sedang menempuh studi di Makassar. Untuk pertama kalinya, proses pelayanan beasiswa tidak lagi harus dilakukan di Malili, melainkan dibuka langsung di Makassar, mendekatkan akses bagi para penerima.
Pelayanan yang diberikan bukan sekadar administratif biasa, tetapi meliputi pembagian buku tabungan, penandatanganan specimen, hingga penyerahan Kartu Pintar berbentuk ATM kepada mahasiswa di Bank Sulselbar. Dengan demikian, mahasiswa dapat langsung mengaktifkan fasilitas perbankan tanpa harus kembali ke Luwu Timur.
Salah satu mahasiswa, Imamul Hakim, mengaku sangat bersyukur dengan kemudahan tersebut.
“Dapat beasiswa saja kami sudah bersyukur sekali, apalagi dipermudah seperti ini pelayanannya,” ucapnya.
Menurutnya, kebijakan ini benar-benar meringankan beban mahasiswa yang biasanya harus menempuh perjalanan jauh dan mengeluarkan biaya tambahan hanya untuk mengurus pencairan.
“Dengan bisanya pencairan di Makassar, kami tidak repot lagi pulang kampung. Ini menghemat biaya dan waktu kami,” tambahnya.
Meski pelayanan perdana ini sempat mengalami kendala teknis, Imamul menilai hal itu wajar dan tidak mengurangi apresiasi mahasiswa.
“Saya salut dengan Pemda Lutim yang gerak cepat. Masa pelayanan bahkan ditambah lima hari supaya semua mahasiswa bisa terlayani,” ujarnya.
Bupati: Tujuannya Memudahkan Mahasiswa, Kekurangan Akan Dievaluasi
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, turut memberikan tanggapan terkait pelaksanaan pelayanan perdana di Makassar tersebut. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah pemerintah untuk benar-benar hadir dan mempermudah mahasiswa.
“Pelayanan di Makassar baru kali ini kita laksanakan. Tujuannya untuk memudahkan, yang mana sebelumnya semuanya harus dilakukan di Malili,” jelas Bupati.
Ia juga meminta pengertian jika dalam pelaksanaan perdana ini terdapat kekurangan.
“Kalaupun ada kekurangan sedikit, mohon dimaklumi. Itu akan menjadi bahan evaluasi untuk kita perbaiki ke depannya,” tambahnya.
Bupati mengungkapkan bahwa penambahan hari pelayanan merupakan instruksi langsung darinya, setelah menerima masukan dari berbagai lembaga mahasiswa Lutim di Makassar.
“Saya perintahkan untuk menambah hari pelayanan, untuk memaksimalkan pelayanan dan memastikan semua mahasiswa terlayani sesuai usulan lembaga mahasiswa Lutim yang ada di Makassar,” tegasnya.
Kebijakan ini menjadi bukti bahwa Pemda Luwu Timur semakin meningkatkan keberpihakan terhadap pendidikan, baik melalui penambahan nilai beasiswa, perbaikan mekanisme pelayanan, maupun kemudahan akses bagi mahasiswa perantau.






