Matalutim.com – Setelah resmi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Luwu Timur periode 2023–2027 dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub), Herawan Raditya memaparkan arah kebijakan dan strategi besar yang akan ditempuh untuk mengangkat prestasi olahraga Luwu Timur ke tingkat yang lebih tinggi.
Mengusung tema kepemimpinan “Transformasi Olahraga menuju Luwu Timur Juara”, Herawan menyelaraskan langkah KONI Luwu Timur dengan visi daerah Maju dan Sejahtera, serta mendukung agenda nasional Indonesia Emas 2045, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
“Kami ingin memastikan bahwa pembinaan prestasi olahraga di Luwu Timur tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi sebuah sistem yang terencana, transparan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan prestasi atlet,” tegas Herawan.
Visi:
Menjalankan tata kelola pembinaan prestasi olahraga yang profesional untuk mewujudkan Luwu Timur yang lebih maju dan sejahtera.
Misi:
- Meningkatkan perolehan medali pada PORPROV XVIII di Wajo–Bone tahun 2026.
- Membangun sinergi dan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah, DPRD, stakeholder, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung pembinaan olahraga.
- Menjadikan KONI Luwu Timur lebih progresif dengan semangat kepemudaan yang dinamis dan adaptif.
Herawan juga menyampaikan sejumlah program konkret yang telah disiapkan sebagai langkah awal transformasi KONI:
BPJS Kesehatan untuk Atlet dan Pelatih
KONI Luwu Timur akan menanggung BPJS Kesehatan bagi seluruh atlet dan pelatih yang akan berlaga di ajang Pra PORPROV maupun PORPROV. Ini adalah bagian dari kepedulian terhadap perlindungan dan kesejahteraan mereka selama menjalankan tugas sebagai duta olahraga daerah.
Uang Saku Atlet Diberikan Sebelum Bertanding
Herawan memastikan bahwa mulai periode ini, uang saku atlet akan diberikan sebelum keberangkatan menuju arena pertandingan, agar kebutuhan mereka dapat terpenuhi sejak awal dan tidak menunggu pencairan di tengah kegiatan.
“Kalau sebelumnya uang saku masih belum jelas atau terlambat diterima, Insya Allah ke depan KONI Luwu Timur akan menyiapkannya lebih awal. Ini bagian dari tanggung jawab kita,” ujar Herawan.
Arahkan Sport Tourism Jadi Identitas Olahraga Daerah
Herawan juga menekankan pentingnya sinergi antara olahraga prestasi, olahraga masyarakat, dan olahraga pariwisata (sport tourism). Pendekatan ini mulai digagas dalam kegiatan Pesta Rakyat beberapa waktu lalu yang menyatukan unsur kompetisi, hiburan, dan promosi wisata lokal.
“Kami ingin menjadikan sport tourism sebagai kekuatan baru Luwu Timur. Olahraga bisa jadi jalan masuk untuk membangun ekonomi dan citra daerah,” tambahnya.
Ajukan Luwu Timur sebagai Tuan Rumah PORPROV 2030
Sebagai rencana jangka panjang, Herawan mengungkapkan bahwa KONI Luwu Timur akan mengajukan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) tahun 2030. Menurutnya, kesiapan infrastruktur dan antusiasme masyarakat menjadi modal besar untuk mewujudkan hal tersebut.
“Kami siap kerja keras. Luwu Timur punya potensi untuk menjadi tuan rumah PORPROV yang sukses dan membanggakan.”
Dengan landasan visi dan program yang jelas, Herawan Raditya optimistis KONI Luwu Timur akan tumbuh menjadi organisasi yang lebih modern, responsif, dan prestasi-oriented, serta mampu mencetak generasi atlet tangguh yang siap bersaing di level provinsi hingga nasional.






