Menu

Mode Gelap
Sarkawi Hamid Hadiri Budaya Mappadendang, DPRD Luwu Timur Dukung Pelestarian Budaya Bugis Bupati Irwan Apresiasi Pelestarian Budaya Mappadendang di Burau, Dengarkan Aspirasi Petani Kukuhkan Pengurus KUAT, Bupati Irwan Tekankan Porsi Pengusaha Lokal Harus Lebih Besar Hari Kedua, Penyaluran Kartu ATM Lansia di Lutim Permudah Akses Bantuan dan Dilakukan Bertahap Doa Lansia Mengiringi Penyerahan Kartu ATM, Bupati & Wabup Lutim Titip Harapan dr. Ani Nurbani Irwan Apresiasi Koordinasi Tim Pembina Posyandu Luwu Timur, Fokus Tingkatkan Layanan dan Kesejahteraan Masyarakat

Luwu Timur

Monev Program Penanggulangan AIDS, Wabup Puspa: ODHIV Tidak Boleh Dijauhi!

badge-check


					Monev Program Penanggulangan AIDS, Wabup Puspa: ODHIV Tidak Boleh Dijauhi! Perbesar

Wakil Bupati Luwu Timur sekaligus Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Luwu Timur (KPA Lutim), Hj. Puspawati Husler menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi pengetahuan terkait penularan HIV/AIDS kepada masyarakat sebagai langkah konkret agar Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV) tidak didiskriminasi.

“Stigma dan diskriminasi menjadi hambatan terbesar dalam upaya pencegahan dan pengobatan ODHIV, sehingga sosialisasi dan edukasi terkait HIV/AIDS perlu dilakukan agar masyarakat paham bahwa virus ini tidak menular melalui interaksi sehari-sehari”, Terang Wakil Bupati perempuan pertama Luwu Timur tersebut.

Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan Monitoring dan Evaluasi Program Penanggulangan HIV/AIDS di Puskesmas Malili dan Puskesmas Lakawali, Rabu, (10/12/2025).

Puspawati juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam Program Penanggulangan HIV/AIDS ini untuk menggunakan pendekatan khusus melalui pembentukan konselor sebaya sebagai konselor populasi kunci di lapangan.

“Kita bisa menentukan konselor sebaya yang nantinya akan menjadi role model bagi pengidap lainnya. Mereka akan menjadi ujung tombak yang dapat membangun kepercayaan, mengedukasi, dan memberikan dukungan psikososial terbaik bagi sesama ODHIV yang akan memutus penularan virus tersebut”, lanjut Puspawati.

Di kedua lokasi monev tersebut, Puspawati mengecek langsung capaian program yang meliputi data pemeriksaan, temuan kasus, hingga upaya pengobatan yang telah diberikan kepada ODHIV.

Didampingi dr. Helmy Kahar dan anggota KPA Luwu Timur, Puspawati memastikan efektivitas program penanggulangan virus, mengurangi dampak sosial bagi pengidap ODHIV, serta tersedianya layanan yang inklusif tanpa diskriminasi. (han/ikp-humas/kominfo-sp)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Luwu Timur