Menu

Mode Gelap
Sarkawi Hamid Hadiri Budaya Mappadendang, DPRD Luwu Timur Dukung Pelestarian Budaya Bugis Bupati Irwan Apresiasi Pelestarian Budaya Mappadendang di Burau, Dengarkan Aspirasi Petani Kukuhkan Pengurus KUAT, Bupati Irwan Tekankan Porsi Pengusaha Lokal Harus Lebih Besar Hari Kedua, Penyaluran Kartu ATM Lansia di Lutim Permudah Akses Bantuan dan Dilakukan Bertahap Doa Lansia Mengiringi Penyerahan Kartu ATM, Bupati & Wabup Lutim Titip Harapan dr. Ani Nurbani Irwan Apresiasi Koordinasi Tim Pembina Posyandu Luwu Timur, Fokus Tingkatkan Layanan dan Kesejahteraan Masyarakat

Luwu Timur

Belajar dari Kota Besar, Lutim Creative Hub Siap Kembangkan Ekosistem Kreatif Daerah

badge-check


					Belajar dari Kota Besar, Lutim Creative Hub Siap Kembangkan Ekosistem Kreatif Daerah Perbesar

Matalutim – Luwu Timur Creative Hub melaksanakan kunjungan studi tiru ke tiga pusat pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia, yakni Makassar Creative Hub, Jakarta Creative Hub, dan Bandung Creative Hub, pada 3–6 November 2025.

Kegiatan ini bertujuan mempelajari pengelolaan ekosistem kreatif yang efektif, kolaborasi antara pemerintah dan komunitas, serta strategi pengembangan ruang kreatif yang berkelanjutan.

Delegasi terdiri dari unsur Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parmudora) Luwu Timur, yakni Kabid Pemuda Andi Masud Rusyid dan Maria Novasari, serta para penggagas Lutim Creative Hub: Zulkifli Halim, Astan Yusuf, Sultan Wahab, dan Marif Muhammad.

Dalam kunjungan tersebut, tim diterima langsung oleh pengelola creative hub di masing-masing kota untuk berdiskusi tentang sistem pengelolaan, model pembiayaan, hingga kolaborasi antar komunitas kreatif.

Selain diskusi, peserta juga meninjau fasilitas seperti coworking space, studio, dan ruang pelatihan yang menjadi pusat aktivitas kreatif di tiap daerah.

Creative Hub merupakan wadah pengembangan komunitas dan ekonomi kreatif yang mempertemukan pelaku kreatif, pemerintah, dan dunia usaha dalam satu ruang kolaborasi.

Di tempat ini, ide dan gagasan dikembangkan menjadi karya serta produk bernilai ekonomi melalui fasilitas seperti ruang kerja bersama, pelatihan, dan inkubasi bisnis.

Ekonomi kreatif sendiri merupakan bentuk kegiatan ekonomi yang tidak bergantung pada sumber daya alam (SDA), melainkan pada daya pikir, ide, dan kreativitas manusia.

Nilai ekonomi kini lahir dari inovasi dan karya, seperti di bidang desain, kuliner, musik, film, hingga digital.

Salah satu Penggagas Lutim Creative Hub, Zulkifli Halim, mengatakan setiap kota memberikan inspirasi berbeda dalam membangun ruang kreatif.

“Makassar menonjol dengan kolaborasinya, Jakarta dengan profesionalisme pengelolaan, dan Bandung dengan budaya inovasi serta riset desainnya,” ujarnya.

“Kami akan menerapkan praktik baik yang dipelajari dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas pelaku kreatif lokal, dan menjadikan Lutim Creative Hub sebagai pusat pengembangan ide, pelatihan, serta inkubasi ekonomi kreatif daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Pemuda Dinas Parmudora Luwu Timur, Andi Masud Rusyid, menilai kunjungan ini penting sebagai langkah awal membangun fondasi ekosistem kreatif di daerah.

“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung tumbuhnya Lutim Creative Hub sebagai ruang kolaborasi dan pembinaan bagi anak muda kreatif di Luwu Timur,” ujarnya.

“Harapannya, kreativitas bisa menjadi kekuatan ekonomi baru yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap Lutim Creative Hub dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah, melahirkan generasi muda yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Luwu Timur