Luwu Utara – Ratusan siswa SMK Negeri 8 Luwu Utara menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah mereka, Jumat (16/5/2025).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan sekolah yang mewajibkan setiap siswa membawa tanah dan bibit bunga untuk kegiatan penghijauan.
Dalam aksi yang berlangsung sejak pagi hari tersebut, para siswa membawa spanduk bertuliskan tuntutan, membunyikan klakson motor, bahkan membakar ban di depan sekolah. Mereka menilai kebijakan tersebut memberatkan, apalagi banyak siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.
“Kami merasa terbebani. Kami disuruh bawa tanah, bibit bunga, bahkan ada yang disuruh beli sendiri,” ujar salah satu siswa dalam orasinya.
Tak hanya soal kegiatan penghijauan, para siswa juga menyuarakan berbagai masalah lain di sekolah, seperti:
• Kurangnya transparansi pengelolaan dana komite
• Kondisi ruang belajar yang sudah tidak layak
• Minimnya kegiatan ekstrakurikuler
• Fasilitas keamanan sekolah yang tidak memadai
Aksi ini mendapat perhatian dari pihak kepolisian yang datang untuk menjaga ketertiban. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah terkait tuntutan siswa.
Video aksi demo ini pun ramai beredar di media sosial dan memancing beragam reaksi dari masyarakat. Banyak warganet mendukung langkah siswa untuk menyuarakan aspirasi mereka secara damai.






