Menu

Mode Gelap
Sarkawi Hamid Hadiri Budaya Mappadendang, DPRD Luwu Timur Dukung Pelestarian Budaya Bugis Bupati Irwan Apresiasi Pelestarian Budaya Mappadendang di Burau, Dengarkan Aspirasi Petani Kukuhkan Pengurus KUAT, Bupati Irwan Tekankan Porsi Pengusaha Lokal Harus Lebih Besar Hari Kedua, Penyaluran Kartu ATM Lansia di Lutim Permudah Akses Bantuan dan Dilakukan Bertahap Doa Lansia Mengiringi Penyerahan Kartu ATM, Bupati & Wabup Lutim Titip Harapan dr. Ani Nurbani Irwan Apresiasi Koordinasi Tim Pembina Posyandu Luwu Timur, Fokus Tingkatkan Layanan dan Kesejahteraan Masyarakat

DPRD Luwu Timur

Serapan Gabah Rendah, Sarkawi Hamid Minta Bulog Perkuat Gudang dan Penggilingan di Luwu Timur

badge-check


					Serapan Gabah Rendah, Sarkawi Hamid Minta Bulog Perkuat Gudang dan Penggilingan di Luwu Timur Perbesar

Jakarta, Matalutim.com — Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Sarkawi Hamid, menyoroti serius rendahnya serapan gabah petani yang memicu ketidakstabilan harga dan melemahkan posisi tawar petani di lapangan.

Sarkawi menjelaskan bahwa luas persawahan di Luwu Timur mencapai sekitar 24.000 hektare dengan produksi gabah rata-rata 160.000 ton per musim. Dengan rendemen sekitar 50 persen, produksi beras diperkirakan mencapai 80.000 ton per musim. Namun, angka ini belum sebanding dengan kapasitas industri pengolahan yang tersedia saat ini.

“Jumlah penggilingan di Luwu Timur masih sangat terbatas dan hanya mampu menyerap sekitar 30 persen atau 48.000 ton gabah per musim. Artinya ada 70 persen atau sekitar 112.000 ton gabah yang keluar dan dikelola pengusaha di luar daerah,” jelas Sarkawi usai audiensi bersama Perum Bulog di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Ia juga menyoroti keterbatasan kapasitas penyimpanan Bulog yang semakin memperburuk posisi petani. Gudang Bulog di Luwu Timur saat ini hanya mampu menyerap sekitar 7.000 ton beras, sehingga membuka ruang bagi tengkulak untuk menekan harga di bawah ketetapan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Sarkawi mengusulkan sejumlah langkah strategis yang perlu segera direalisasikan, yaitu:

  1. Penambahan gudang Bulog berkapasitas 10.000–20.000 ton

  2. Pengadaan minimal lima unit penggilingan padi modern dengan sistem dryer berkapasitas 120 ton/jam

Menurutnya, penguatan infrastruktur ini tidak hanya meningkatkan serapan gabah petani, tetapi juga menjaga stabilitas harga, terlebih di tengah intensitas hujan tinggi yang sering menghambat proses pengeringan gabah.

“Ini penting sebagai solusi jangka panjang agar petani kita tidak lagi dipermainkan oleh pasar atau tengkulak,” tegasnya.

Sarkawi menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah menyampaikan usulan tersebut melalui surat resmi yang ditandatangani Bupati Irwan Bachri Syam. Usulan ini dibahas dalam audiensi Komisi II DPRD Lutim bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Audiensi diterima langsung oleh Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI (Purn) Marga Taufiq S.IP., M.Si., beserta jajaran pejabat pusat di kantor Bulog, Jakarta.

“Kami berharap perjuangan ini membuahkan hasil nyata bagi petani di Luwu Timur. Mereka butuh perlindungan, bukan sekadar janji,” ujar Sarkawi.

Dengan penguatan tata kelola pascapanen dan peningkatan infrastruktur distribusi, Sarkawi optimistis Luwu Timur mampu menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami akan terus mengawal usulan ini hingga terealisasi,” tutupnya. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di DPRD Luwu Timur