matalutim.com — Komisi II DPRD Kabupaten Luwu Timur bersama Dinas Pertanian menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas strategi ketahanan pangan yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadikan Indonesia sebagai negara yang tangguh di sektor pangan.
Anggota Komisi II DPRD Luwu Timur, Firman Udding, menegaskan bahwa program ketahanan pangan tersebut harus disambut secara serius di daerah. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Luwu Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian yang dapat mendukung keberhasilan program nasional ini.

Lebih lanjut, Firman menyoroti pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mendukung kesuksesan program tersebut. Ia meminta agar sebelum urusan penyuluh dialihkan sepenuhnya ke pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur segera mengisi kekosongan tenaga penyuluh di 125 desa dan 3 kelurahan yang ada.
Firman juga mengutip pernyataan Menteri Pertanian yang menggarisbawahi pentingnya penempatan penyuluh di wilayah yang dekat dengan tempat tinggal mereka, agar mereka dapat menjalankan tugas secara optimal dan langsung membantu para petani.
kita ketahui bersama penyuluh pertanian memainkan peran penting dalam meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan petani, Penyuluh ini sebagai Garda Terdepan Untuk Mendorong Program Ketahanan Pangan.
Sebagai mitra kerja Dinas Pertanian, Komisi II DPRD Luwu Timur berharap agar peran, fungsi, dan tanggung jawab para penyuluh pertanian di desa dapat lebih diperhatikan dan diperkuat.






