Menu

Mode Gelap
Sarkawi Hamid Hadiri Budaya Mappadendang, DPRD Luwu Timur Dukung Pelestarian Budaya Bugis Bupati Irwan Apresiasi Pelestarian Budaya Mappadendang di Burau, Dengarkan Aspirasi Petani Kukuhkan Pengurus KUAT, Bupati Irwan Tekankan Porsi Pengusaha Lokal Harus Lebih Besar Hari Kedua, Penyaluran Kartu ATM Lansia di Lutim Permudah Akses Bantuan dan Dilakukan Bertahap Doa Lansia Mengiringi Penyerahan Kartu ATM, Bupati & Wabup Lutim Titip Harapan dr. Ani Nurbani Irwan Apresiasi Koordinasi Tim Pembina Posyandu Luwu Timur, Fokus Tingkatkan Layanan dan Kesejahteraan Masyarakat

DPRD Luwu Timur

Komisi II DPRD Luwu Timur Audiensi ke Bulog Pusat, Usulkan Penambahan Gudang dan Penggilingan

badge-check


					Komisi II DPRD Luwu Timur Audiensi ke Bulog Pusat, Usulkan Penambahan Gudang dan Penggilingan Perbesar

Matalutim.com – Komisi II DPRD Kabupaten Luwu Timur bersama Dinas Pertanian melakukan audiensi dengan manajemen Perum Bulog di Jakarta, Rabu (3/12/2025). Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Sarkawi Hamid, didampingi Firman Udding, Sukasman, Wahidin, Ambrosius, Andi Surono, Wayan Suparta serta dua Kepala Bidang Dinas Pertanian Luwu Timur.
Rombongan diterima secara langsung oleh Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI Marga Taufik, bersama jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi II menyampaikan sejumlah persoalan strategis terkait penyerapan gabah dan kapasitas penyimpanan Bulog di Luwu Timur yang dinilai tidak memadai untuk menampung produksi petani.
Kapasitas Gudang Tidak Mencukupi
Anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, menjelaskan bahwa luas panen di Luwu Timur mencapai 24.000 hektare per musim, menghasilkan sekitar 160.000 ton gabah atau setara 80.000 ton beras setelah rendemen.
Namun, fasilitas penyimpanan dan pengolahan yang terbatas membuat Bulog tidak mampu menyerap produksi petani secara optimal. Data yang disampaikan ke Bulog menunjukkan:
•Gudang Bulog Maleku – 4.000 ton (penuh)
•Gudang SRG Mangkutana – 1.200 ton (penuh)
•Gudang penggilingan – 2.000 ton (penuh)
Total kapasitas efektif Bulog hanya sekitar 7.000 ton, sehingga 60% hasil panen justru diserap pengusaha dari luar daerah.
“Kepastian harga bagi petani terganggu karena keterbatasan gudang memicu permainan harga oleh tengkulak, meski pemerintah sudah menetapkan harga gabah Rp 6.500,” jelas Firman.
DPRD dan Pemda Usulkan Gudang 10.000–20.000 Ton
Dalam audiensi tersebut, DPRD Luwu Timur bersama pemerintah daerah resmi merekomendasikan penambahan kapasitas gudang Bulog menjadi 10.000 hingga 20.000 ton.
Selain itu, Komisi II juga mengajukan usulan pembangunan minimal lima unit penggilingan padi dengan sistem dryer berkapasitas 120 ton per jam, mengingat curah hujan di Luwu Timur yang sangat tinggi dan sering menghambat proses pengeringan gabah.
Komitmen DPRD untuk Petani Luwu Timur
Firman Udding menegaskan bahwa DPRD akan terus memperjuangkan kebutuhan petani agar dapat meningkatkan kesejahteraan dan menjaga ketahanan pangan daerah.
“Petani memegang peran kunci dalam keberlangsungan kehidupan sehari-hari. Kami sebagai wakil rakyat akan memberikan perhatian lebih bukan hanya untuk membantu petani, tetapi memastikan masyarakat luas mendapatkan akses pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau,” tegasnya.
Ia berharap audiensi di Bulog ini dapat segera ditindaklanjuti dan memberikan hasil nyata bagi petani Luwu Timur.
Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di DPRD Luwu Timur