matalutim.com— Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Mahading, turut hadir dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema “Sinkronisasi TJSL Perseroan Terbatas untuk Mendukung Pembangunan Daerah Luwu Timur”. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sebelumnya dilaksanakan antara DPRD Luwu Timur dengan kontraktor mitra PT Vale serta manajemen PT Vale, dan berlangsung di Sorowako, Kecamatan Nuha.
Dalam forum diskusi tersebut, Mahading menyampaikan harapannya agar PT Vale bersama para kontraktor nasional yang menjadi mitra perusahaan, dapat memaksimalkan pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Ia menekankan bahwa program TJSL memiliki potensi besar untuk memperbaiki berbagai kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi masyarakat.
“CSR diharapkan dapat memperbaiki yang dirusak oleh Perusahaan tambang, diantaranya lingkungan, sosial dan ekonomi, nah dengan CSR ini diharapkan dapat memperbaiki semua itu,” harapnya.
Lebih lanjut, Mahading menyatakan bahwa pengelolaan pertambangan yang dilakukan oleh PT Vale Judah tidak diragukan lagi. Ia menyampaikan bahwa dirinya telah melihat langsung proses penambangan di beberapa perusahaan, dan menurutnya PT Vale menunjukkan tata kelola yang jauh lebih baik dibanding perusahaan-perusahaan lainnya yang beroperasi di wilayah Luwu Timur.
“Saya sudah melihat langsung bagaimana proses penambangan oleh beberapa perusahaan. PT Vale saya anggap berbeda dan bisa menjadi contoh. Jangan sampai kerusakan yang ditimbulkan oleh perusahaan lain malah menyeret nama PT Vale sebagai pihak yang dicontoh,” tegasnya.
Mahading juga menegaskan bahwa PT Vale memiliki peran penting dalam menciptakan standar pengelolaan tambang yang ramah lingkungan di Kabupaten Luwu Timur. Ia menilai bahwa perusahaan tersebut telah menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dan menjaga keseimbangan lingkungan sekitar lokasi tambang.
“Blueprint pengelolaan tambang menjadi hal krusial, dan saya rasa PT Vale layak menjadi pionir untuk standar ini di Luwu Timur. Saya tidak baru kali ini mengatakan bahwa PT Vale cukup ramah terhadap lingkungan,” tutup Mahading. (Red)






