LUWU TIMUR, matalutim.com — Anggota DPRD Luwu Timur dari Dapil V Towuti–Nuha, Yusuf Pombatu, SE, menggunakan masa Reses Perseorangan Tahun Sidang 2024–2025 untuk menyerap aspirasi warga di Desa Sorowako, Rabu (13/8/2025).
Isu paling kuat yang muncul ialah dorongan pemekaran Desa Sorowako yang sudah diajukan sejak 2018. Yusuf menjelaskan, upaya tersebut sempat tertunda akibat pandemi COVID-19 dan kebijakan moratorium pemekaran wilayah.
Menurutnya, Desa Sorowako sudah memenuhi syarat untuk dimekarkan menjadi dua wilayah administrasi, yakni Desa Induk Sorowako dan Desa Tapuondau Jaya.
“Penduduk Sorowako sekarang mencapai 10.106 jiwa, terdiri dari 4.525 laki-laki dan 5.578 perempuan. Sarana pendukung sudah lengkap, kantor desa persiapan dan pasar sudah ada sejak lama. Tidak ada alasan lagi untuk menunda. Pemekaran ini untuk peningkatan pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan kemandirian pemerintahan desa demi kesejahteraan masyarakat,” tegas Yusuf, yang sejak 2018 menjadi Ketua Panitia Pemekaran.
Selain pemekaran, warga juga menyoroti persoalan listrik di Tapuondau yang hingga kini tak kunjung jelas penyelesaiannya. Pasar Tapuondau pun ikut menjadi perhatian karena bertahun-tahun terbengkalai tanpa pemanfaatan optimal.
Yusuf menilai, kondisi tersebut menandakan perlunya perencanaan infrastruktur yang lebih matang. Ia menekankan pentingnya memperhitungkan studi kelayakan dari sisi sosial, ekonomi, hingga budaya agar pembangunan tidak salah sasaran.
“Kalau semua sesuai kebutuhan, saya yakin Luwu Timur akan juara, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.
Dalam reses itu, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait pelatihan tenaga kerja bersertifikat Kemenaker dan BNSP, serta prioritas kesempatan kerja bagi pemuda lokal.
Sejumlah perwakilan hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain dari Disparmudora, Dinas Tarkim, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat. (Cl/Red)






